sepetik cerita
Ini mungkin sekilas petikan-petikan cerita cinta disekitar kita. Aku coba ambil sekilas cerita ya. emm... si P sebagai perempuan dan si L sebagai laki-laki. Enjoy :)
Sore hari, kala itu gerimis membasahi taman tempat P dan L sedang duduk berdua. Disana, mereka sedang menggunakan waktu pertemuan singkat itu sebaik mungkin.
L : "saat seperti ini, sore gerimis yang begitu romantis buat kita, ingatanku kembali berputar tentang masa-masa dimana saat kita masih ga ada jarak..."
P : "iya dimana kamu dan aku ketawa bareng, cerita, dan selalu ada waktu buat ketemu kapanpun aku rindu. tapi kenyataannya sekarang?"
L : "bukan karna jarak yang ada di antara kita sayang, tapi semua karna waktu yang mengharuskan kita menjalani cinta berjarak. tapi bukan berarti jarak itu ada di antara hati kita kan? jarak itu cuma setting cerita cinta kita"
P : "iya mungkin km benar sayang, jujur saja sebenarnya aku iri dengan teman-temanku yang bisa setiap saat melepas rindu dengan kekasihnya. tapi aku tahu, bahwa cerita kita lebih indah dari mereka" *tersenyum*
L : "belum tentu mereka yang terbiasa melepas rindu punya cerita indah yang kita buat, cerita indah dan limited ini kan cuma kita yang punya sayang, jadi bersabarlah"
P : "aku terus bersabar kok sayang, demi semua yang udah kita jalanin ini, aku ga mau berakhir sia-sia. karena semua ini aku jalanin bukan sekedar untuk berstatuskan pacaran, tapi karna aku dan hatiku yakin sama kamu dan kita"
L : "jaga semua pelangi yang udah ada di kanvas cinta kita ya sayang. aku cinta kamu" *cium kening perempuan*
P : "iya sayang kamu juga ya"
3bulan setelah pertemuan sore itu, si perempuan merasa kekasihnya sudah jarang memberi kabar, mungkin sekedar pesan singkat saja jarang lelaki kirimkan. Karena curiga, si perempuan mencoba menyelidiki dengan susah payah. 4,5bulan yang penuh dengan rasa gelisah itu akhirnya mereka kembali bertemu.
P : "gimana kabarmu sayang? baik kan? aku mengkhawatirkanmu disini, menanti kabarmu yang tak kunjung datang"
L :"aku baik saja kok sayang, sebenarnya aku ingin memberimu kabar seintensif biasanya. tapi apa daya, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini"
P : "sesibuk apa kamu? apa untuk sekedar mengirim pesan saja tak bisa?"
L : "sulit memang mengatur waktuku saat ini sayang, entah..."
P : "sulit? baru ku dengar kata sulit dari mulutmu. sulit mengatur waktu antara kesibukanmu dan aku atau ..."
L : "atau apa?"
P : "atau ada seseorang yang menggantikan posisiku jauh disana? yang memberimu kasih sayang nyata, bukan sekedar pesan singkat seperti denganku"
L : "darimana kau berpikiran seperti itu? bukankah di antara kita tak pernah ada curiga seperti ini?"
P : "memang tidak pernah, karna baru kali ini. kata temanmu, kamu sering sekali bertelpon, padahal kita jarang melakukannya. lalu dengan siapa kau bertelepon sesering itu? dengan ayah atau ibu? tidak"
L : "itu hanya teman wanita biasa. dia teman lamaku saat SMP. dan baru bertemu bbrp bulan ini, hingga kami sering bertukar cerita lewat telepon"
P : "lalu? apa bertukar ceritamu sampai tak sempat memberiku kabar? apa teleponmu hanya untuk bercerita padanya sedangkan aku menunggu dan terdiam?" *menangis*
L : "sudah, jangan menangis, km tau kan aku tak bisa melihatmu seperti ini"
P : "sudah sejauh apa hubungan kalian? mana janjimu? apa kau tak bisa lebih mengutamakanku daripada bercerita dengan temanmu itu?!"
L : "jujur, aku sempat merasa nyaman saat aku kembali berkomunikasi dengannya. aku merasa sudah lama aku tak berbincang secara nyata dengan wanita seperti akhir-akhir ini. mungkin karna aku kehilangan sosokmu didekatku. entahlah..."
P : "kau kira aku tak tersiksa dengan jarak ini? apa kau tau, kalau sudah banyak laki-laki yang berusaha mendekatiku tapi aku mencoba menolak, karna aku yakin kita akan bahagia suatu saat nanti!!! "
L : "aku mengerti perasanmu...sudahlah tenangkan pikiranmu dulu. mari ku antar kau pulang"
*ceritanya bersambung ya hehe :D*
Sore hari, kala itu gerimis membasahi taman tempat P dan L sedang duduk berdua. Disana, mereka sedang menggunakan waktu pertemuan singkat itu sebaik mungkin.
L : "saat seperti ini, sore gerimis yang begitu romantis buat kita, ingatanku kembali berputar tentang masa-masa dimana saat kita masih ga ada jarak..."
P : "iya dimana kamu dan aku ketawa bareng, cerita, dan selalu ada waktu buat ketemu kapanpun aku rindu. tapi kenyataannya sekarang?"
L : "bukan karna jarak yang ada di antara kita sayang, tapi semua karna waktu yang mengharuskan kita menjalani cinta berjarak. tapi bukan berarti jarak itu ada di antara hati kita kan? jarak itu cuma setting cerita cinta kita"
P : "iya mungkin km benar sayang, jujur saja sebenarnya aku iri dengan teman-temanku yang bisa setiap saat melepas rindu dengan kekasihnya. tapi aku tahu, bahwa cerita kita lebih indah dari mereka" *tersenyum*
L : "belum tentu mereka yang terbiasa melepas rindu punya cerita indah yang kita buat, cerita indah dan limited ini kan cuma kita yang punya sayang, jadi bersabarlah"
P : "aku terus bersabar kok sayang, demi semua yang udah kita jalanin ini, aku ga mau berakhir sia-sia. karena semua ini aku jalanin bukan sekedar untuk berstatuskan pacaran, tapi karna aku dan hatiku yakin sama kamu dan kita"
L : "jaga semua pelangi yang udah ada di kanvas cinta kita ya sayang. aku cinta kamu" *cium kening perempuan*
P : "iya sayang kamu juga ya"
3bulan setelah pertemuan sore itu, si perempuan merasa kekasihnya sudah jarang memberi kabar, mungkin sekedar pesan singkat saja jarang lelaki kirimkan. Karena curiga, si perempuan mencoba menyelidiki dengan susah payah. 4,5bulan yang penuh dengan rasa gelisah itu akhirnya mereka kembali bertemu.
P : "gimana kabarmu sayang? baik kan? aku mengkhawatirkanmu disini, menanti kabarmu yang tak kunjung datang"
L :"aku baik saja kok sayang, sebenarnya aku ingin memberimu kabar seintensif biasanya. tapi apa daya, aku terlalu sibuk akhir-akhir ini"
P : "sesibuk apa kamu? apa untuk sekedar mengirim pesan saja tak bisa?"
L : "sulit memang mengatur waktuku saat ini sayang, entah..."
P : "sulit? baru ku dengar kata sulit dari mulutmu. sulit mengatur waktu antara kesibukanmu dan aku atau ..."
L : "atau apa?"
P : "atau ada seseorang yang menggantikan posisiku jauh disana? yang memberimu kasih sayang nyata, bukan sekedar pesan singkat seperti denganku"
L : "darimana kau berpikiran seperti itu? bukankah di antara kita tak pernah ada curiga seperti ini?"
P : "memang tidak pernah, karna baru kali ini. kata temanmu, kamu sering sekali bertelpon, padahal kita jarang melakukannya. lalu dengan siapa kau bertelepon sesering itu? dengan ayah atau ibu? tidak"
L : "itu hanya teman wanita biasa. dia teman lamaku saat SMP. dan baru bertemu bbrp bulan ini, hingga kami sering bertukar cerita lewat telepon"
P : "lalu? apa bertukar ceritamu sampai tak sempat memberiku kabar? apa teleponmu hanya untuk bercerita padanya sedangkan aku menunggu dan terdiam?" *menangis*
L : "sudah, jangan menangis, km tau kan aku tak bisa melihatmu seperti ini"
P : "sudah sejauh apa hubungan kalian? mana janjimu? apa kau tak bisa lebih mengutamakanku daripada bercerita dengan temanmu itu?!"
L : "jujur, aku sempat merasa nyaman saat aku kembali berkomunikasi dengannya. aku merasa sudah lama aku tak berbincang secara nyata dengan wanita seperti akhir-akhir ini. mungkin karna aku kehilangan sosokmu didekatku. entahlah..."
P : "kau kira aku tak tersiksa dengan jarak ini? apa kau tau, kalau sudah banyak laki-laki yang berusaha mendekatiku tapi aku mencoba menolak, karna aku yakin kita akan bahagia suatu saat nanti!!! "
L : "aku mengerti perasanmu...sudahlah tenangkan pikiranmu dulu. mari ku antar kau pulang"
*ceritanya bersambung ya hehe :D*
Komentar
Posting Komentar