Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi cinta

Kusadari Kau Masih

Diri sudahkah kau mengerti? Mana dan apa yang kau ingini Datang dan pergi nampak tampan Seperti pangeran bermain peran Siapa kau? Semakin dekat dengan pertanyaan tetua  Kapan menikah? Mana ibu surimu? Sedangkan hati sulit terbuka Entah karma entah logika Rasanya sulit, teramat sulit Mungkin dia, yang kubuat luka Sesal tiada tara selalu melangit  Banyak yang ingin kuucap Tapi lidah kelu, gengsi selalu  Semua masih kuingat, kasih ingin kudekap Tawamu, caramu berbicara, suaramu, semua tentangmu  Ternyata semua membekas Jauh di dalam hati, degup jantungku masih ada kau Semua sama, tak ingin terampas  Kau yang masih mengagumkan bagiku 31 Juli 2022 -Pena Biru-

Luka Dan Asa

Ada masa, yang luka kan sembuh Luka pula yang membuat diri ini tumbuh Semua luka akan lewat Pada waktu yang benar-benar tepat Tak semua asa lepas dengan ikhlas Harus terus dipaksa, meski membekas  Lepas meski tak punah  Hanya diredam agar tak terus membuncah Luka masa lampauku terbuka Seberapanya menganga, jelasnya tetap luka Entah ini luka atau asa? Asa terpendam yang usang, seperti temukan cahaya Kalut carut marut  Apa-apa yang membuat kesadaran goyah Tak mau masa-masa terenggut Sungguh rindu, tiap detiknya ingin kupecah Terlalu dalam apa yang pernah padam Nyatanya hanya satu Rasanya temaram Dan dada terus pilu -Pena Biru-

Suatu Hari Nanti

Manisnya merindu, memutar cerita lalu Seolah tengah menyelam kala itu  Semakin dalam semakin nyata Kita sama-sama tengah terbawa rasa  Tawa tangis rindu berlalu  Kau dan aku kembali membeku  Bukan, bukan aku terlebih dahulu Namun kau, secepat dan semudah itu Tak sangka, inikah nyatanya? Masih aku dan selalu aku yang cinta Kau hanya sementara terbawa rasa dan masa Setelahnya menghilang, seperti lupa Berharap nanti, kembali sadari Hanya aku dan selalu aku yang iringi Jauh di dalammu, kan kau temui  Aku yang dahulu selalu membersamai namun kau lukai 31 Juli 2022 -Pena Biru-

Yang Semoga Tetap Jadi Semoga

melihatnya bahagia sejuta rasa terisak, entah sedu entah haru nyatanya tak semua tawa ujungnya sama harus dipaksa haha meski kini huhu  memang lucu, apa-apa yang disemogakan tak benar-benar jadi nyata  hanya terus jadi semoga yang harus ditelan dilumat terpaksa untuk menutup hati berongga mual rasanya meronta sekuat tenaga  lelah letih semua  haus dahaga akan rasa yang menahun terpupuk asa yang hampa 28 Juli 2022 -PenaBiru-