Rinduku

Kembali malam ini aku terduduk memandang senyum rembulan. Siapa peduli dengan apa yang aku lakukan? Hanya ditemani tulisanku dan mp3 playerku. Bukan berarti aku kesepian. Aku hanya sedang mengobati rindu, dengan caraku sendiri. Tak diharuskan mengobati rindu dengan bertemu kan? Memang aku tak pungkiri, bahwa aku inginkan pertemuan. Tapi, aku juga tak bisa berhenti membayangkan apa isi pertemuan itu. Karena yang aku bayangkan dalam pertemuan itu adalah pertengkaran. Hah! Aku lelah memendam amarah ini sendiri. Bukankah jarak raga yang ada tak mengharuskan pula kita jauh akan hati dan komunikasi? 
Ya...mungkin karena aku saja yang terlalu khawatir akan keadaanmu disana. Bukan karena kesehatanmu. Aku yakin kau pasti sehat dan tak kekurangan suatu apapun bagi kesehatanmu. Yang aku takutkan adalah keadaan hatimu. Adakah disana kau rindukanku seperti ku merindukanmu? Adakah keinginan bertemu denganku di benakmu? Seiring berjalannya waktu, berubahnya hari demi hari, aku juga merasakan sedikit perubahan pada dirimu. Ah...mungkin hanya perasaanku saja, yang terlalu takut kehilanganmu. Semua itu karna aku tahu, perasaan yang datang untukmu adalah perasaan yang datang perlahan dan bertahap. Bukan sesuatu yang datang tiba-tiba datang lalu mudah menghilang begitu saja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong