Senja dan Kamu



 -Pena Biru-

Duduk bersama senja sudah lebih dari cukup. Senja memeluk hangat, sehangat pelukmu saat bersamaku. Kenyataannya kini aku tak perlu khawatir akan jarak yang memaksaku , memaksa kita saling berjauhan. Karena senja bertanggung jawab menggantikan posisimu disini, menghangatkanku.

Senja selalu memberiku ketenangan, sama seperti ketika kau disini bersamaku, tenang, nyaman, penuh kehangatan. Seringkali aku berdoa pada Tuhan kala senja. Aku ingin waktuku memandang senja bersamamu lebih banyak dari yang saat ini sudah kita lakukan. Aku tak memaksa Tuhan mengabulkannya. Semua ini lebih dari cukup, aku, kamu dan senja.

Aku ingat, setiap kali ku nikmati senja seorang diri, suaramu masih menemani. Hal istimewa dari hubungan ini adalah jarak bukan masalah. Kamu masih menjadi kamu yang istimewa, kamu yang berbeda. Kamu masih ada kapanpun dan dimanapun. Aku yakin, mereka yang memilliki hubungan berjarak, tak semuanya mampu seperti kita.

Setiap senja selalu meluangkan waktu, karena senja waktu paling dekat dan mendekatkan kita. Terasa saling memeluk, saling menggenggam jemari, hingga enggan beranjak. Kamu selalu bercerita tentang masa depan seorang putri kerajaan. Aku selalu mendengarnya penuh semangat.

Tuhan aku rindu, teramat rindu. Kesal rasanya apabila tangisku hanya bisa ditenangkan oleh pundakmu, pelukmu dan candamu. Andai kamu bisa tiba-tiba datang. Kejam memang jarak ini. Beruntung kita tak menyerah dengan ini. Beruntung aku berjuang bersama. Beruntung aku bersamamu, bersama senja kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong