sudah, cukup
rasanya tepat, waktunya salah
bagiku, harapannya tepat, insannya yang salah
sudahlah, jangan kembali menyangkal keadaan bersalah
cukup jelas jika nyatanya memang kau dan aku bukan adam dan hawa,
atau rama dan shinta
semesta mengirimku bertemu denganmu adalah suara alam
sudah garis waktunya saling mengasihi pun menyakiti dalam satu waktu
kau bukan rama yang tepat untukku
bukan tempat mengadu terbaik
bukan pula tempat menyakiti terpantas
lenyapkan kelicikanmu menyalahkan waktu
jika benar sudah tak miliki rasa,
beranilah untuk jujur
dasar kau laki-laki yang banci
-PenaBiru-
Komentar
Posting Komentar