Kala Kita Satu

Sudah melangkah membersamai
Tak sangka kan jadi nyata 
Apa-apa yang hanya ilusi dalam dada 
Aku, kamu enggan mengakhiri

Bulan berbisik diujung malam
Meski kini tanpa arah dan tujuan 
Aku kamu akan tetap bermalam 
Bersuka duka dengan rasa membuncah

Persekian detik menarik urat diujung bibir 
Terus menerus secara berkala 
Memecah tawa ditengah sunyi 
Hanya aku kamu yang lebur

-PenaBiru-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong