Masih
Membenci masih bersarang
Entah bagaimana dan kapan
Rumit nian perasaan bertepuk sebelah tangan
Biar biarkan benci membersamai maaf
Sepi semakin layu karena tak pasti
Separuh tinggal dengan harap
Namun berujung retak, tak dipedulikan, acuh
Pergi membawa janji dan mimpi
Selama ini hanya kugenggam angan
Bajingan memanah hati, lalu ia lari,
tanpa rasa bersalah
Sumpah serapah terus terujar
Mengiringi ampunan pada Gusti
atas harapan pada hamba yang diletakkan
Kini harus mencintai diri sendiri
Mengarungi sakit tanpa bersakit
-PenaBiru-
Komentar
Posting Komentar