3293 Hari

Pada akhirnya, Tuhan membersamai luka
Dibalut sedemikian rupa, hingga seluruhnya tak terduga
Waktu yang diberiNya selalu tak seinginku
Tetiba matahari timbul tenggelam dalam sekejap, hanya sekejap
Entah bagaimana akan lupa, entah bagaimana akan sirna 
Masih ada sisa, entah seberapa
Apakah luka atau cinta
Akankah tergerus masa
Tapi tak mengapa, aku lapang dada menikmatinya
Biarkan mimpi yang tak nyata, tersimpan di ujung ruang 
Entah, semoga Tuhan beri kekuatan pada bulan dan bunga 
Keduanya nikmat dipandang meski bukan di waktu yang sama
Sepertiku dan angan, yang tak beriringan

-Pena Biru-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong