Hiduplah Dengan Sesal
Pintaku pada Tuhan, agar kau rasa sama
Apa-apa yang terjadi harus jadi
Luka suka kupaksa agar dirasa
Ternyata Tuhan mengiyakan janji
Kisah sebentar yang buatku getar dalam getir
Mengeluh, menangis, sesal, sesak
Menyatu pada rindu yang terukir
Kubingkai kuletakkan di ujung hati yang retak
Luka itu masih ada
Membekas bersama tiap masa
Bahkan saat kau memilih untuk pergi
Kuyakinkan bahwa akhirnya akan kembali,
meski tak kunjung kutemui
Aku tak pernah melepas
Menanti dengan harap
Waktu tak menghilangkan rasa
Hati yang melemas tiarap
Kini asa menjadi mimpi
Pada realita aku telah dengannya
Kutitipkan sisa rasa
Satu untukmu, satu kusimpan di ujung ruang
Agar selalu kau ingat,
tak ada dan takkan pernah ada
yang mencintaimu sepertiku
yang menantimu selama aku
yang menangisimu, yang merindumu
Hiduplah dengan sisa sesal
Agar nanti tak kembali bebal
-Pena Biru-
Komentar
Posting Komentar