Kusadari Kau Masih

Diri sudahkah kau mengerti?
Mana dan apa yang kau ingini
Datang dan pergi nampak tampan
Seperti pangeran bermain peran

Siapa kau?
Semakin dekat dengan pertanyaan tetua 
Kapan menikah? Mana ibu surimu?
Sedangkan hati sulit terbuka

Entah karma entah logika
Rasanya sulit, teramat sulit
Mungkin dia, yang kubuat luka
Sesal tiada tara selalu melangit 

Banyak yang ingin kuucap
Tapi lidah kelu, gengsi selalu 
Semua masih kuingat, kasih ingin kudekap
Tawamu, caramu berbicara, suaramu, semua tentangmu 

Ternyata semua membekas
Jauh di dalam hati, degup jantungku masih ada kau
Semua sama, tak ingin terampas 
Kau yang masih mengagumkan bagiku


31 Juli 2022
-Pena Biru-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong