Suatu Hari Nanti

Manisnya merindu, memutar cerita lalu
Seolah tengah menyelam kala itu 
Semakin dalam semakin nyata
Kita sama-sama tengah terbawa rasa 

Tawa tangis rindu berlalu 
Kau dan aku kembali membeku 
Bukan, bukan aku terlebih dahulu
Namun kau, secepat dan semudah itu

Tak sangka, inikah nyatanya?
Masih aku dan selalu aku yang cinta
Kau hanya sementara terbawa rasa dan masa
Setelahnya menghilang, seperti lupa

Berharap nanti, kembali sadari
Hanya aku dan selalu aku yang iringi
Jauh di dalammu, kan kau temui 
Aku yang dahulu selalu membersamai namun kau lukai


31 Juli 2022
-Pena Biru-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berat Rasa

Aku Menulis Seperti Angin Berhembus Di Telinga

Kosong