Postingan

Bertahun Lalu

Kulihat uap di secangkir kopi  Ternyata, bukan kopi, hanya janji-janji  Kasih lebur bersama waktu  Membuang apa-apa tentang lalu Bahkan sepotong bolu hitam; yang tak punya rasa Sejauh-jauhnya kujauhkan dari pandangan mata Lambat laun, melupa seperti apa rasa Setelah kucoba, tidak lagi menggugah selera Tak perlu lagi bersalah Kini baik-baik saja karena jengah  Waktu memberi hidup baru  Sudah bukan kamu melulu    -Pena Biru- 30 Agustus 2025

Suami

Menyanyi, menari, atau apapun yang acap-acap kulakukan bersama mikrofon, lampu, dan tamu, kini tak terselip grogi  Tapi aku tahu mengapa Karena kini ada hal lain yang lebih; menyambut tanganmu selepas ijab qabul, Suami -Pena Biru- 30 Agustus 2025

Hadiah

Menggoreskan tinta biasanya ada pada sajak yang meliyuk-liyuk  Pun aku, dengan waktu minimal menggunakannya  Karena barang tak melulu istimewa, dengan keahlianku yang jumawa, kusuguhkan hadiah lain lebih bermakna Menghidupkan setiap kita dalam sajak-sajak manja  -Pena Biru- 30 Agustus 2025

Lupa

Dia yang ingat tulisanku, telah mati  Masa lalu yang pernah bersemayam, terhapus  Banyak sedikit memori, terkunci  Dengan sadar dan jumawa, kuhidupkan dalam sajak-sajak -Pena Biru- 30 Agustus 2025

Gula

Aku tidak mampu meneguk kopi di dekatmu  Kopiku pahit dengan sedikit rasa asam Namun magis, menjadi manis  Ternyata kau semanis gula   -Pena Biru- 30 Agustus 2025